Senin, 27 Februari 2017

CARA MEMAJUKAN SEKOLAH SWASTA

Pendahuluan
Sekolah merupakan surga ilmu bagi para pelajar. Tak satupun manusia tidak membutuhkan ilmu bagi kehidupannya. Ilmu tak dapat ditawar lagi kemurniannya. Tak mudah dicari dan tak dapat dibeli. Lalu, dimanakah ilmu itu? Sesungguhnya ilmu tak perlu dicari, karena dengan sendirinya pasti apa yang ada di sekitar kita telah menjadi ilmu untuk kita.
Seringkali kita juga menjumpai di film, bahwa sekolah di luar sana mengedepankan minat dan bakat siswa. Bukan menyuguhkan materi yang belum tentu dapat dimengerti siswa. Hal itu perlu untuk masa depan siswa.Jika siswa berbakat pada olahraga tetapi tidak pada matematika. Kemudian saat ujian dia tidak dapat mengerjakan matematika dan di cap ‘bodoh’ dan dijauhi maka sekolah ini telah kehilangan potensi seorang atlit hebat. Betapa sekolah merugi hanya karena menyepelekan masalah ini.
Beberapa pemikiran kebijakan siswa
      Tata tertib lebih tegas dan mendidik
      Peningkatan karakter murid
      KBM yang tidak membosankan, inovatif, dan tetap mendidik.
      Pengadaan acara tahunan yang jelas
      Simple, but works
      Pengembangan pada ekstrakurikuler
      Guru dan siswa diselaraskan dan lebih komunikatif
Tata tertib lebih tegas dan mendidik
        Seperti sekolah pada lazimnya, tata tertib adalah hal yang utama dalam setiap sekolah. Tata tertib dibuat untuk mengendalikan sikap para siswa. Namun, kini tata tertib bukan hal yang dipentingkan para pelajar lagi. Tata tertib justru menjadi ajang pamer bagi siswa bahwa yang dapat melanggar itu mendapat apresiasi dari teman-temannya. Hal ini tentu harus dicegah sebelum menjadi bubur. Bagaimana sekolah menyikapi hal tersebut? Dengan inspeksi yang rutin dan teratur maka kehidupan sekolah yang baik dengan siswa yang tertib pun akan terwujud. Tidak hanya itu, dengan program-program OSIS, seperti agen kesuksesan sekolah di setiap kelas. Mereka dapat menyelidiki dan mencatat siapa saja yang telah melanggar tata tertib sekolah dan langsung dilaporkan kepada tim konseling. Tidak henti sampai disini saja, proses harus berlanjut sampai pada penghukuman mendidik bagi siswa.
            Siswa tidak dihukum dengan kekerasan, namun seharusnya dengan akal dan hati. Ketika kata-kata seseorang telah menyentuh orang lain yang dituju, sudah pasti orang tersebut akan memaksimalkan apa yang telah disampaikan oleh narasumber. 
Pengembangan Karakter Siswa
Banyak sekolah yang mempunyai kesulitan menghadapi murid-muridnya. Lebih baik, mengajak siswa untuk terbuka mengenai masalah yang ada dan apa yang siswa inginkan. Selain itu juga murid yang sikapnya berbeda arah lebih baik dihimbau agar masa depannya bukan IQ baik saja, tetapi EQ juga terdidik.  
KBM yang seru
Seperti halnya KBM, KBM penting untuk menunjang pembelajaran selain di rumah.Sebaiknya asyik tetapi dapat menanamkan lebih dalam.Misalkan saat kita TK diadakan makan bersama agar yang lebih dapat memberi yang kurang.Dengan begitu kita sudah ditanamkan kepribadian saling memberi.
Pengadaan acara tahunan
Acara tahunan itu penting untuk refreshing, tidak perlu muluk-muluk seperti jepang yang setiap bulan ada festifal. Ataupun seperti negara barat yang ada promnite. Cukup acara pameran yang tiap-tiap kelas mengadakan unjuk-an masing-masing dan tamunya bukan hanya dari SMP sendiri melainkan dari sekolah lain.
Simple, but works
Simple but works, kata yang simple tapi mengandung banyak arti.Misalkan di sekolah kita diberikan tugas portofolio yang mencangkup hal yang kita sudah dimengerti agar jika ada yang belum dimengerti dapat dikonsultasikan pada guru yang bersangkutan
Pengembangan Ekstrakurikuler
Untuk Eskul, sekolah kita tercinta sudah lumayan banyak. Tidak perlu eskul yang seperti cheerleader atau pun golf. Tetapi sepertinya, perlu dibuat sebuah acara untuk unjuk bakat dari eskul itu sendiri, agar calon siswa yang akan masuk semakin tertarik.
Guru dan siswa diselaraskan
Guru dan siswa adalah sebuah hubungan yang tidak asing. Lebih baik, guru lebih bersikap sebagai mana orang tua yang baik dan penyayang, bukan sebagai momok tersendiri bagi murid. Lebih baik lagi ada penyuluhan tersendiri bagi guru agar lebih friendly dan makin disukai murid. Dengan begitu KBM lebih menyenangkan.

Senin, 20 Februari 2017

SEKOLAH ADIWIYATA

Sekolah adiwiyata adalah Sekolah yan peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Dengan adanya program adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh kita.ADIWIYATA berasal dari 2 kata sansekerta yaitu ADI dan WIYATA. Adi sendiri mempunyai arti yaitubesar, agung, baik, ideal atau sempurna. Sedangkan Wiyata mempunyai arti tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika. ADIWIYATA artinya tempat yang besar, agung, baik dan indah yang dimana tempat itu digunakan oleh seseorang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, norma, dan etika.Tujuan Adiwiyata Tujuan Umum Membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan  bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datangTujuan Khusus Mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk untuk mendukung pembangunan berkelanjutan..Prinsip-prinsip Dasar Program Adiwiyata 1.PartisipatifKomunitas sekolah terlibat dalam manjemen yang meliputi keseluruhan  proses  perencanaan,  pelaksanaan, dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran. 2.BerkelanjutanSeluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara  komprehensif.Komponen AdiwiyataUntuk mencapai tujuan Adiwiyata ada empat komponen program yang  merupakan satu kesatuan yang utuh.Kebijakan BerwawasanPelaksanaan Kurikulum Berbasis LingkunganKegiatan Lingkungan Berbasis PartisipasifPengelolaan Sarana Pendukung Ramah LingkunganKeuntungan Program AdiwiyataMendukung  pencapaian standar kompetensi/ kompetensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengahMeningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energiMenciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi bejar mengajar yang lebih nyaman dan kondusifMenjadikan tempat pembelajaran nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan bemar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitarMeningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan sekolahKonsep 5 R dalam Lingkungan Cara Menerapkan Konsep  5 R sendiri berasal dari 5 kata dalam bahasa Inggris yaituReduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Recycle (Mendaur Ulang), Replace (Menggunakan kembali) dan Replant (Menanam Kembali). Berikut ini dijelaskan tentang konsep 5 R:1.RecycleRecycle atau mendaul ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada perinsipnya, kegitan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos.
 2.ReuseReuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantng kertas yang umumnya didapa dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan. Contoh lain ialah menggunakan baterai isi ulang. 3.ReduceReduce atau Pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah tangga seperti deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknay sampah wadah produk di rumah Anda.4.ReplaceReplace atau Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alernatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah. Contohnya mengubah menggunakan kontong plastik atau kertas belanjaan dengan membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari kain.5. ReplantReplant atau penamanan kembali adalah kegiatan melakukan penanaman kembali. Contohna melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di pekarangan rumah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan akanmenjadi indah dan asri, membantu pengauran suhu pada tingkat lingkungan mikro (atau sekitar rumah anda sendiri), dan mengurnagi kontribusi atas pemanasan global. Dengan menerapkan konsep 5 R yang telah dibahas, kita dapat ikut serta dalam melestarikan dan memelihara lingkungan agar tidak rusak atau tercemar.

Ciri ciri sekolah yg berkualitas

Ketika memilih sekolah, anda pasti menginginkan sekolah yang berkualitas untuk anak anda. Karena sekolah yang berkualitas akan mempengaruhi pendidikan yang akan diterima oleh anak anda nanti. Ciri-ciri sekolah berkualitas itu tidak dilihat dari bangunan sekolah yang megah, fasilitas pembelajaran yang lengkap, serta label internasionalyang disandang sekolah.Karena itu tidak menjamin bahwa sekolah itu benar-benar berkualitas dan cocok dengan pola belajar anak anda.

Sekolah yang mahal dan bergengsi juga kadang menimbulkan masalah, tidak hanya untuk perekonomian anda tetapi juga dapat menimbulkan masalah social untuk anak anda.Berikut ciri-ciri sekolah yang berkualitas yang perlu anda ketahui, yaitu:

Ciri-ciri sekolah yang berkualitas yang pertama adalah sekolah mempunyai visi dan misi yang dapat membangun karakter positif siswa serta dibarengi dengan prestasi akademik yang tinggi pula.
Sekolah memiliki program pelatihan untuk guru secara terpadu serta simultan yang akan melahirkan mutu pembelajaran yang efektif dan menyenangkan untuk anak.
Memiliki keteladanan serta evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan anak secara berkala.
Memiliki relasi serta komunikasi timbal balik yang positif antara sekolah, guru, siswa, dan juga orang tua.
Ciri-ciri sekolah yang berkualitas berikutnya yaitu sekolah memiliki karakteristik memandang secara komprehensif setiap potensi serta kecerdasan dari siswa, sekaligus mengembangkannya untuk mencapai potensi yang maksimal.
Melakukan pembelajaran yang inovatif dan interaktif guna merancang munculnya kemampuan dan sikap kritis atau rasa ingin tahu siswa sesuai dengan usiapertumbuhannya.
Menjadikan sekolah sebagai sekolah manusia juga merupakan ciri-ciri sekolah yang berkualitas. Ini artinya sekolah benar-benar mendidik dan mengarahkan siswa dengan sepenuh hati dan sesuai kemampuan sehingga melahirkan siswa didik yang berkepribadian positif.
Sekolah berfokus pada upaya untuk mencegah masalah yang muncul dengan berkomitmen untuk bekerja dengan benar dari awal, ini ditunjukkan dengan adanya SOP (Standard Operating Procedure).
Sekolah memandang sebagai bagian dari integral serta budaya.
Sekolah berfokus pada pelanggan, baik itu pelanggan internal maupun eksternal.
Demikian beberapa ciri-ciri sekolah yang berkualitas, semoga dapat memberi informasi anda untuk memilih sekolah yang berkualitas.

Sejarah sekolah

Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa (atau “murid”) di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara (dibahas pada bagian Daerah di bawah), tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.

Selain sekolah-sekolah inti, siswa di negara tertentu juga mungkin memiliki akses dan mengikuti sekolah-sekolah baik sebelum dan sesudah pendidikan dasar dan menengah. TK atau pra-sekolah menyediakan sekolah beberapa anak-anak yang sangat muda (biasanya umur 3-5 tahun). Universitas, sekolah kejuruan, perguruan tinggi atau seminari mungkin tersedia setelah sekolah menengah. Sebuah sekolah mungkin juga didedikasikan untuk satu bidang tertentu, seperti sekolah ekonomi atau sekolah tari. Alternatif sekolah dapat menyediakan kurikulum dan metode non-tradisional.

Ada juga sekolah non-pemerintah, yang disebut sekolah swasta. Sekolah swasta mungkin untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus ketika pemerintah tidak bisa memberi sekolah khusus bagi mereka; keagamaan, seperti sekolah Islam, sekolah Kristen, hawzas, yeshivas dan lain-lain, atau sekolah yang memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi atau berusaha untuk mengembangkan prestasi pribadi lainnya. Sekolah untuk orang dewasa meliputi lembaga-lembaga pelatihan perusahaan dan pendidikan dan pelatihan militer.

Dalam homeschooling dan sekolah online, pengajaran dan pembelajaran berlangsung di luar gedung sekolah tradisional.

TERMINOLOGI
Kata sekolah berasal dari Bahasa Latin: skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti: waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang itu adalah mempelajari cara berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Untuk mendampingi dalam kegiatan scola anak-anak didampingi oleh orang ahli dan mengerti tentang psikologi anak, sehingga memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk menciptakan sendiri dunianya melalui berbagai pelajaran di atas.

Saat ini, kata sekolah berubah arti menjadi: merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.Sekolah dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah. Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah.Jumlah wakil kepala sekolah di setiap sekolah berbeda, tergantung dengan kebutuhannya. Bangunan sekolah disusun meninggi untuk memanfaatkan tanah yang tersedia dan dapat diisi dengan fasilitas yang lain.

Jumat, 10 Februari 2017

Faktor dalam lingkungan sekolah

Faktor-faktor dalam lingkungan sekolah
Menurut Slameto (2003:64) faktor-faktor sekolah yang mempengaruhi belajar mencakup :

a.    Metode mengajar
Metode mengajar adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui didalam mengajar. Metode mengajar dapat mempengaruhi belajar siswa. Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. Agar siswa dapat belajar dengan baik,maka metode mengajar harus diusahakan yang setepat, efisien dan efektif mungkin.

b.    Kurikulum
Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa. Kegiatan itu sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran agar siswa menerima, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu. Kurikulum yang kurang baik akan berpengaruh tidak baik pula terhadap belajar.

c.    Relasi guru dengan siswa
Proses belajar mengajar terjadi antara guru dengan siswa. Proses ini dipengaruhi oleh relasi didalam proses tersebut. Relasi guru dengan siswa baik,  membuat siswa akan menyukai gurunya, juga akan menyukai mata pelajaran yang diberikannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaik-baiknya.Guru yang kurang berinteraksi dengan siswa dengan baik menyebabkan proses belajar-mengajar itu kurang lancar.

d.    Relasi siswa dengan siswa
Siswa yang mempunyai sifat kurang menyenangkan, rendah diri atau mengalami tekanan batin akan diasingkan dalam kelompoknya. Jika hal ini semakin parah, akan berakibat terganggunya belajar. Siswa tersebut akan malas untuk sekolah dengan berbagai macam alasan yang tidak-tidak. Jika terjadi demikian, siswa tersebut memerlukan bimbingan dan penyuluhan. Menciptakan relasi yang baik antar siswa akan memberikan pengaruh positif terhadap belajar siswa.

e.    Disiplin sekolah
Kedisiplinan sekolah erat kaitannya dengan kerajinan siswa dalam sekolah dan belajar.Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan guru dalam mengajar, pegawai sekolah dalam bekerja, kepala sekolah dalam mengelola sekolah, dan BP dalam memberikan layanan.
Seluruh staf sekolah yang mengikuti tata tertib dan bekerja dengan disiplin membuat siswa disiplin pula. Dalam proses belajar, disiplin sangat dibutuhkan untuk mengembangkan motivasi yang kuat. Agar siswa belajar lebih maju, maka harus disiplin di dalam belajar baik di sekolah, di rumah dan lain-lain.



f.    Alat pelajaran
Alat pelajaran erat hubungannya dengan cara belajar siswa karena alat pelajaran tersebut dipakai siswa untuk menerima bahan pelajaran dan dipakai guru waktu mengajar. Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan mempercepat penerimaan bahan pelajaran. Jika siswa mudah menerima pelajaran dan menguasainya, belajar akan lebih giat dan lebih maju. Mengusahakan alat pelajaran yang baik dan lengkap sangat dibutuhkan guna memperlancar kegiatan  belajar-mengajar.

g.    Waktu sekolah
Waktu sekolah adalah waktu terjadinya proses belajar mengajar disekolah. Waktu sekolah akan mempengaruhi belajar siswa. Memilih waktu sekolah yang tepat akan memberikan pengaruh yang positif terhadap belajar. Sekolah dipagi hari adalah adalah waktu yang paling tepat dimana pada saat itu pikiran masih segar dan kondisi jasmani masih baik.

Dari uraian di atas, indikator-indikator dalam lingkungan sekolah adalah :
disiplin sekolah
relasi guru dengan siswa
relasi siswa dengan siswa
fasilitas sekolah
Daftar Pustaka - Pengertian Lingkungan Sekolah Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar dalam Lingkungan Sekolah

Manfaat lingkungan sekolah bagi pembelajaran

Mengatasi kebosanan
Masalah kebosanan dalam pembelajaran khususnya yang berhubungan dengan matematika pastinya sangat sering dialami siswa. Namun jika memanfaatkan lingkungan dalam pembelajaran pastinya akan mengurangi kemungkinan rasa bosan.

Baca juga:

Manfaat naik kuda
Manfaat teriak untuk kesehatan
Memberi suasana belajar yang menyenangkan
Melakukan pembelajaran di lingkungan sekolah yang baik berpotensi besar meningkatkan pemahaman dan ketertarikan siswa terhadap materi yang diajarkan. Suasana belajar di lingkungan sekolah yang baik juga dapat membuat suasana belajar menjadi menyenangkan. Hasilnya siswa menjadi lebih termotivasi dengan materi pelajaran.

Baca juga:

Manfaat permainan tradisional
Manfaat Permainan anak tradisional
Menerapkan teori pelajaran
Lingkungan sekolah yang baik membantu guru dan siswa untuk mendapat kesempatan menerapkan teori-teori materi pembelajaran pada aktifitas kehidupan sehari-hari. Terkadang sekolah mengabaikan kesempatan untuk menunjukan penerapan materi pembelajaran di kehidupan sehingga siswa tidak merasa tertarik untuk belajar dan mudah melupakannya.

Baca juga:

Manfaat kuliah bagi masa depan
Manfaat pendidikan
Manfaat Belajar Ilmu Kimia
Manfaat Belajar Filsafat
Manfaat Belajar Sejarah bagu kehidupan
Manfaat Belajar Ilmu Biologi
sponsored links
Belajar kemandirian untuk siswa
Belajar di lingkungan sekolah yang baik, bukan hanya di dalam kelas, secara tidak langsung dapat memberi siswa pembelajaran lain mengenai kemandirian. Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah sebagai objek pembelajaran, siswa dituntut untuk belajar memahami dengan pengamatan nyata sehingga memicu kemandirian siswa dalam belajar dan kaitannya dengan kehidupan.

Baca juga:

Manfaat berpikir positif bagi kesehatan
Manfaat memiliki harga diri
Memperluas wawasan siswa
Belajar dengan lingkungan sekolah yang sehat dan baik juga membantu siswa dan guru, terutama siswa, untuk memperluas wawasan mereka mengenai lingkungan sekitar. Hal tersebut juga dapat memicu cara berfikir yang lebih luas dan mendalam mengenai alam, sosial, dan kehidupan.

Baca juga:

Manfaat bersosialisasi dengan orang lain
Manfaat musyawarah untuk kehidupan sehari – hari
Meningkatkan Prestasi
Prestasi belajar dapat meningkat dengan adanya dukungan lingkungan sekolah yang baik. Jika siswa dan guru bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang komperhensif, siswa dapat dengan lebih mudah menyerap materi pembelajaran. Semakin dalam pemahaman siswa terhadap teori ditambah dengan praktek yang diterapkan pada lingkungan sekolah tentunya dapat meningkatkan prestasi nilai siswa yang terlibat.

Baca juga:

Manfaat bermain catur bagi fungsi otak
Manfaat permainan tradisonal
Menciptakan Komunikasi yang Baik
Manfaat terakhir adalah lingkungan sekolah mempengaruhi hubungan antar individu yang berada di dalamnya. Oleh karena itu dengan menciptakan lingkungan sekolah yang baik juga dapat mendekatkan hubungan antara siswa, siswa dengan guru, serta guru dengan guru. Hasilnya siswa dapat lebih terbuka dan lebih mudah mengatasi konflik yang sering kali terjadi karena perbedaan pendapat.

Baca juga: Manfaat Komunikasi dalam Keluarga

Lingkungan sekolah memang sangat penting bagi perkembangan pembelajaran siswa serta keberhasilan guru dalam memberi materi pelajaran. Lingkungan sekolah yang baik dapat mempengaruhi perilaku siswa menjadi lebih baik pula, sebaliknya lingkungan sekolah yang tidak baik dapat mempengaruhi perilaku siswa ke arah yang lebih negatif.

Selasa, 07 Februari 2017

Jenis-Jenis Sekolah

 bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran (menurut tingkatannya, ada) sekolah dasar, sekolah lanjutan, sekolah tinggi;
(menurut jurusannya, ada) sekolahdagang, sekolah guru, sekolah teknik, sekolah pertanian, dsb:
keluar sekolah , sudah tidak belajar di sekolah lagi;
pernah duduk di bangku sekolah ,pernah belajar di sekolah;
tidak makan sekolah , cak tidak mendapat pendidikan di sekolah; tidak terpelajar;
2 waktu atau pertemuan ketika murid diberi pelajaran: sekolahmulai pukul setengah delapan pagi;
3 usaha menuntut kepandaian (ilmu pengetahuan); pelajaran; pengajaran: ia hendak melanjutkan sekolah nya ke Jakarta; sekolah nya tinggi, sudah banyak mendapat pelajaran; sudah masak sekolah nya,sudah pandai benar; 
4 cak belajar di sekolah; pergi ke sekolah; bersekolah: mengapa engkau tidak sekolah hari ini?;
sekolah agama sekolah yg memberi pendidikan dl hal keagamaan;
sekolah ambah sekolah pertukangan pd zaman Hindia Belanda;
sekolah dagang sekolah tempat orang belajar dan mengajarkan ilmu dagang (niaga);
sekolah dasar sekolah tempat memperoleh pendidikan sbg dasar pengetahuan untuk melanjutkan ke sekolah yg lebih tinggi;
sekolah dasar kecil lembaga pendidikan dasar yg didirikan di daerah terpencil dan berpenduduk sedikit, jumlah murid sedikit (minimal tiga orang);
sekolah kejuruan sekolah tempat belajar bidang tertentu, spt ekonomi, pertanian, dan teknik;
sekolah kesenian sekolah yg memberi pendidikan dl suatu cabang kesenian
sekolah laboratorium sekolah (dasar dan menengah) yg langsung di bawah pengawasan suatu lembaga pendidikan guru untuk mengadakan latihan praktik, peragaan, dsb;
sekolah lanjutan sekolah selepas sekolah dasar, sebelum perguruan tinggi;
sekolah lanjutan tingkat atassekolah menengah tingkat atas;
sekolah lanjutan tingkat pertama sekolah menengah tingkat pertama;
sekolah menengah sekolah lanjutan;
sekolah menengah atassekolah umum selepas sekolah menengah pertama sebelum perguruan tinggi;
sekolah menengah kejuruansekolah menengah setingkat sekolah menengah umum;
sekolah menengah pertamasekolah umum selepas sekolah dasar, sebelum sekolah menengah umum;
sekolah menengah tingkat atas sekolah umum atau kejuruan selepas sekolah menengah tingkat pertama, sebelum perguruan tinggi;
sekolah menengah tingkat pertama sekolah umum atau kejuruan selepas sekolah dasar sebelum sekolah menengah tingkat atas;
sekolah menengah umumsekolah umum selepas sekolah menengah tingkat pertama sebelum perguruan tinggi;
sekolah penerbangan sekolah tempat belajar seluk-beluk ilmu penerbangan (tt hal terbang, pesawat terbang);
sekolah pertukangan sekolah tempat belajar berbagai kepandaian bertukang;
sekolah raja ark sekolah guru;
sekolah tinggi perguruan tinggi yg menyelenggarakan pendidikan ilmiah dan/atau pendidikan profesional dl satu disiplin ilmu tertentu;
ber·se·ko·lah v 1 belajar di sekolah; pergi ke sekolah; 2mendapat pendidikan atau pengajaran di sekolah; berpelajaran; 3 cak belajar (pd); berguru (pd);
me·nye·ko·lah·kan v 1memasukkan ke sekolah; mengirimkan ke sekolah (untuk belajar); 2 menyuruh belajar ke sekolah; memberikan biaya sekolah;
se·ko·lah·an n 1 gedung sekolah;2 sekolah;